Sabtu, 09 Maret 2013

MUNAS BEM SI KE VI Di Cibubur Jakarta

 

Musyawarah Nasional (MUNAS) merupakan Agenda tahunan BEM Seluruh Indonesia. pada tahun ini MUNAS BEM SI ke VI dilaksanakan pada tanggal 4 – 8 maret 2013 yang kali ini bertempat di Jakarta dan  STIAMI Jakarta menjadi tuan rumahnya. Munas diselenggarakan di taman wiladatika cibubur-jakarta. Acara munas terdiri dari serangkaian acara mulai dari silaturahmi nasional BEM SI, Seminar Nasional yang pembicaranya adalah Anindya Bakrie,Taufan Ekonugroho. Seminar Nasional MUNAS BEM SI KE VI Memiliki Tema yaitu "Menyongsong Indonesia sebagai Bangsa yang Mandiri". Setelah itu acara dilanjutkan dengan Musyawarah oleh BEM Seluruh Indonesia dengan dipimpin tiga orang presidium yang berasal dari perwakilan BEM SI itu sendiri. Adapun agenda MUNAS BEM SI KE VI adalah :
  • pelantikan anggota baru BEM SI
  • Laporan dari Korwil dan Korpus 2012
  • Evaluasi pergerakan BEM SI selama setahun kemarin
  • Isu yang mau diangkat setahun kedepan
  • Pemilihan Korpus dan Korwil baru.
  • Pemilihan panitia rakernas
Isu yang diangkat menjadi pedoman pergerakan BEM SI kedepan. Isu yang diangkat untuk setahun kedepan dikerucutkan menjadi empat pokok utama yaitu bidang Energi, Ekonomi, Korupsi dan Pendidikan.
Tahun ini kordinator pusat yang terpilih dari Hasil MUNAS BEM SI berasal dari UGM, sementara untuk daerah Sumbagut kordinator wilayahnya berasal dari UNRI. dan Untuk Rakernas tahun ini akan dilaksanakan pada bulan September di Riau yang insyaallah menjadi tuan Rakernas adalah UIN SUSKA Riau.

Jumat, 08 Maret 2013

AKSI BEM SI TUNTASKAN KASUS CENTURY


demo-century5-600x398

Kamis, 7 maret 2013 Badan Eksekutif Seluruh Indonesia melakukan aksi damai di depan gedung KPK. BEM SI mendukung KPK untuk menuntaskan mega kasus korupsi yang ada di Indonesia. BEM SI juga memberi waktu kepada KPK sampai tanggal 21 Mei 2013 untuk menyelesaikan kasus Century menuntut janji dari Abraham Samad.
Jalannya aksi berlangsung damai BEM SI melakukan long march ke depan gedung KPK. Sesampai nya di depan gerbang KPK, BEM SI sudah di hadang oleh barikade polisi yang menghalangi. Dikordinatori oleh mahasiswa UNJ sebagai korlap, BEM SI mendesak untuk masuk dan dorong – dorongan dengan polisi pun tak terhindari. Akhirnya KPK sepakat untuk menerima perwakilan dari BEM SI untuk menemui Abraham Samad di dalam gedung KPK.
Tapi setelah menunggu hampir 30 menit pimpinan KPK tidak ada yang datang menemui perwakilan BEM SI. Yang menemui hanya seorang receptionist yang dengan senyum manis nya menanyakan janji untuk bertemu. Merasa dilecehkan BEM SI walk out keluar dan mengultimatum KPK untuk menyelesaikan kasus korupsi di Indonesia dan BEM SI melabeli KPK dengan hastag #KPKCACAT 

http://students.imtelkom.ac.id/web2.0/2013/03/aksi-bem-si-tuntaskan-kasus-century/

Selasa, 05 Maret 2013

BEM-KM Unand Bawa Semangat Tolak UU PT dalam Munas BEM-SI

PADANG, BeritAnda - Musyawarah Nasional (Munas) BEM seluruh Indonesia (BEM-SI) ke-VI yang digelar di Wiladatika Cibubur pada tanggal 4 sampai 8 Maret 2013, dijadikan momentum bagi Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Andalas (BEM-KM Unand) untuk membawa kembali semangat penolakan terhadap UU No.12 tahun 2013 tentang Pendidikan Tinggi.
Hal tersebut disampaikan Presma BEM-KM Unand, Azmy Uzandy, yang menegaskan bahwa keikutsertaan BEM-KM Unand dalam Munas BEM-SI di Cibubur kali ini, membawa misi membangkitkan kembali semangat penolakan UU Pendidikan Tinggi yang telah diputuskan bersama dalam Rakernas BEM-SI di Banjarmasin.
“Dengan membawa masalah judicial review UU Pendidikan Tinggi di Munas ke-VI BEM SI, diharapkan menjadi sebuah bentuk pergerakan mahasiswa dalam berkoordinasi untuk menyikapi setiap bentuk kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan semanat dan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegas Azmy.
Lebih lanjut Azmy menjelaskan, penolakan UU Pendidikan Tinggi telah menjadi kajian utama dari BEM-KM Unand sejak awal kepengurusan BEM KM Unand Kabinet Totalitas Perjuangan. “Poin dari UU-PT  yang menjadi penolakan adalah karena pemohon beranggapan UU-PT merupakan produk ganti baju dari UU-BHP yg telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi sebelumnya. UU-PT memuat usaha komersialisasi dari liberalisasi pendidikan di negeri ini,” paparnya.
“Untuk itu, BEM-KM Unand membawa misi membangkitkan perjuangan penolakan UU Pendidikan Tinggi. dan dalam sidang lanjutan judicial review yang dijadwalkan pada 7 maret 2013 di gedung MK, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi/ahli dari pemohon serta pemerintah, diharapkan para peserta Munas BEM-SI memberi dukungan sebagai bentuk pergerakan mahasiswa untuk menjalankan fungsi control,” lanjutnya.
Munas BEM-SI ke-VI di Wiladatika Cibubur merupakan agenda tahunan BEM SI yang dilangsungkan dalam rangka silaturrahim, penyatuan suara dan restrukturisasi kepengurusan BEM SI, yang notabene merupakan sebuah aliansi dari seluruh BEM yang ada dan telah tergabung dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia.
Munas BEM-SI ke-VI kali ini, mengangkat tema ‘Menyongsong Kemandirian Bangsa’ dengan sub tema ‘Pemuda dimanakah kau berada’, karena mahasiswa mempunyai tanggungjawab yang berat terhadap kondisi bangsa Indonesia saat ini dan menjaga kedaulatan bangsa, menuju kemandirian bangsa.
“Munas tersebut ditujukan untuk memberikan penyadaran sekaligus penyegaran kepada para mahasiswa dan pemuda tentang membangun kemandirian bangsa secara intelektualitas dan bertanggung jawab dan diharapkan dapat menjadi titik balik arah pergerakan mahasiswa yang selama ini masih terkotak-kotak, dan meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi bangsa yang semakin memprihatinkan,” pungkas Azmy mengakhiri (Fd).

SUMBER (http://beritanda.com/nasional/berita-nasional/pendidikan/12143-bem-km-unand-bawa-semangat-tolak-uu-pt-dalam-munas-bem-si.html)

Senin, 04 Maret 2013

SEMINAR NASIONAL MUNAS BEM SI 2013



SEMINAR NASIONAL
“Peran Mahasiswa dalam Membangun Kemandirian Bangsa”

Cibubur—Sebagai serangkaian agenda MUNAS ke- VI BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia), di adakan seminar nasional bertemakan “Peran Mahasiswa dalam Membangun Kemandirian Bangsa” yang bertempat di Aula Pandansari, Taman Rekreasi Wiladatika,Cibubur, Jakarta Timur. Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB yang diawali dengan penampilan musikalisasi Puisi dari salah satu UKM seni STIAMI-Bengkel Seni STIAMI-dengan tema Bangkitlah Pemuda Pertiwi. Dilanjutkan dengan penamplan Tarian tradisional dari Depertemen Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta.
Sambutan pertama disampaikan oleh presiden mahasiswa STIAMI sebagai tuan rumah penyelenggara musyawarah nasional BEM SI. Sambutan kedua disampaikan oleh KORPUS BEM SI dan dilanjutkan dengan sambutan dari pejabat STIAMI sekaligus membuka acara seminar nasional yang akan berlangsung hari ini. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan mahasiswa,, yaitu negera ini tidak mungkin bisa mandiri jika masih ada korupsi. Korupsi yang terjadi saat ini sudah merasuk hingga pemerintah daerah bahkan desa, hingga tercipta budaya korupsi berjamaah. Kedua, Narkoba yang sudah menjalar hingga ke sekolah-sekolah setingkat SD.  Biaya yang dikeluarkan untuk mengatasi kasus narkoba sangat tinggi, untuk menangkap pengedar, penyembuhan yang telah terkena narkoba juga sangat sulit. Terakhir yaitu pmemerataan kualitas pendidikan bangsa. Ketiga hal ini merupakan permasalahan bangsa yang bisa dipecahkan bersama-sama dengan berbagi fakta di forum ini dan mencoba bersama-sama mencari solusi atas permasalahan yang ada terutama masalah pemerataan pendidikan pusat dan daerah. Mahasiswa perlu mengambil sikap dalam kondisi yang tidak sesuai dengan idealism mahasiswa dan diperlukan komitmen untuk mensukseskannya minimal melalui pemberian contoh yang baik kepada publik.
Tidak hanya itu, turut hadir dalam seminar sebagai keynote speaker, Bapak Jumhur Hidayat selaku Kepala BNP2TKI. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan tentang pentingnya menjaga kebudayaan bangsa,sebagai langkah awal kemandirian bangsa. Dewasa ini masyarakat Indonesia lebih menyukai kebudayaan asing dibanding kebudayaan sendiri, karena kurangnya eksplorasi kebudayaan bangsa sendiri. Dengan adanya eksplorasi kebudayaan bangsa sendiri diharapkan agar menimbulkan ketertarikan dan kebanggaan terhadap bangsanya. Sebuah bangsa yang mandiri adalah negara yang sebisa mungkin memenuhi kebutuhannya dari dalam bangsanya sendiri, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang dimiliki. Salah satu akses untuk melakukan kemandirian itu adalah dengan membuka usaha dan penyediaan lapangan pekerjaan pada bidang yang dicanangkan mandiri sesuai potensi yang ada.
Acara semnas kali ini dimoderatori oleh Kartika Jumadi, dengan 4  pembicara, antara lain : Anindya Novyan Bakrie, Taufan Eko Nugroho Rotorasiko ( DPP KNPI), Ali Rahman (Masyarakat Pertambangan Indonesia), Ali Syahrial (LP3EI). Masing-masing pembicara menyampaikan tentang analisis sekaligus ide-ide tentang kondisi Bangsa Indonesia saat ini. Anindya Bakrie, menyampaikan tentang bagaimana sosok mahasiswa itu harus mempunyai rencana hidup yang visioner, mahasiswa mau kemana setelah sarjana?.Hanya looking for job atau making a job.  Setali tiga uang dengan keynote speaker, Bapak Taufan Eko Nugroho Rotorasiko ( DPP KNPI), menyampaikan tentang bagaimana kearifan local itu perlu dikembangkan untuk kemandirian bangsa. “Factor utama kedaulatan SDA adalah adanya peraturan atau kebijakan yang mengutamakana kepentingan nasional/pro rakyat. Seperti yang tertuang dalam pasal 33 UUD 1945 yang mana tujuan akhirnya yaitu untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dengan demikian, maka berbagai kebijakan dan tuntutan regulasi yang dibuat harus sejalan dan sinkron dengan amanat UU tersebut. Sehingga seberapa pun besarnya kapitalisme asing, paham neoliberalisme ataupun derasnnya modal asing masuk ke Indonesia, maka diharapkan negara kita bisa kuat dan siap menghadapinya”, ungkap Bapak Ali Rahman selaku perwakilan Masyarakat Pertambangan Indonesia.  Sedangkan Bapak Ali selaku Perwakilan dari LP3I, mengungkapkan bagaimana peran penting kemandirian individu dalam mendukung adanya kemandirian bangsa, tergantung pada mind set individu itu sendiri. Pemerintah sebagai fasilitator harus berupaya untuk melakukannya guna mendorong kemandirian bangsa. Dan sebagai agent of change, sosok mahasiswa harus punya visi misi yang matang tentang masa depan dirinya, karena mau tak mau, dan tidak bisa dipungkiri, kelak mereka jualah yang akan menggantikan estafet kepemimpinan bangsa ini.

Sejatinya saat kita mampu, jangan sampai hanya menjadi penonton meskipun secara kekuasaan ada di pemerintah. Sudah saatnya, masyarakat kita berani menunjukkan kepercayaan dirinya. Indonesia perlu lebih percaya diri untuk menunjukan jati dirinya kepada dunia luar, bahwa kita- bangsa Indonesia -mampu berdikari tanpa harus terus bergantung selamanya pada Negara lain. Kemandirian bangsa, itu yakin pasti ada. Semoga! (Uswah/Kominfo13)