Senin, 04 Maret 2013

SEMINAR NASIONAL MUNAS BEM SI 2013



SEMINAR NASIONAL
“Peran Mahasiswa dalam Membangun Kemandirian Bangsa”

Cibubur—Sebagai serangkaian agenda MUNAS ke- VI BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia), di adakan seminar nasional bertemakan “Peran Mahasiswa dalam Membangun Kemandirian Bangsa” yang bertempat di Aula Pandansari, Taman Rekreasi Wiladatika,Cibubur, Jakarta Timur. Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB yang diawali dengan penampilan musikalisasi Puisi dari salah satu UKM seni STIAMI-Bengkel Seni STIAMI-dengan tema Bangkitlah Pemuda Pertiwi. Dilanjutkan dengan penamplan Tarian tradisional dari Depertemen Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta.
Sambutan pertama disampaikan oleh presiden mahasiswa STIAMI sebagai tuan rumah penyelenggara musyawarah nasional BEM SI. Sambutan kedua disampaikan oleh KORPUS BEM SI dan dilanjutkan dengan sambutan dari pejabat STIAMI sekaligus membuka acara seminar nasional yang akan berlangsung hari ini. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan mahasiswa,, yaitu negera ini tidak mungkin bisa mandiri jika masih ada korupsi. Korupsi yang terjadi saat ini sudah merasuk hingga pemerintah daerah bahkan desa, hingga tercipta budaya korupsi berjamaah. Kedua, Narkoba yang sudah menjalar hingga ke sekolah-sekolah setingkat SD.  Biaya yang dikeluarkan untuk mengatasi kasus narkoba sangat tinggi, untuk menangkap pengedar, penyembuhan yang telah terkena narkoba juga sangat sulit. Terakhir yaitu pmemerataan kualitas pendidikan bangsa. Ketiga hal ini merupakan permasalahan bangsa yang bisa dipecahkan bersama-sama dengan berbagi fakta di forum ini dan mencoba bersama-sama mencari solusi atas permasalahan yang ada terutama masalah pemerataan pendidikan pusat dan daerah. Mahasiswa perlu mengambil sikap dalam kondisi yang tidak sesuai dengan idealism mahasiswa dan diperlukan komitmen untuk mensukseskannya minimal melalui pemberian contoh yang baik kepada publik.
Tidak hanya itu, turut hadir dalam seminar sebagai keynote speaker, Bapak Jumhur Hidayat selaku Kepala BNP2TKI. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan tentang pentingnya menjaga kebudayaan bangsa,sebagai langkah awal kemandirian bangsa. Dewasa ini masyarakat Indonesia lebih menyukai kebudayaan asing dibanding kebudayaan sendiri, karena kurangnya eksplorasi kebudayaan bangsa sendiri. Dengan adanya eksplorasi kebudayaan bangsa sendiri diharapkan agar menimbulkan ketertarikan dan kebanggaan terhadap bangsanya. Sebuah bangsa yang mandiri adalah negara yang sebisa mungkin memenuhi kebutuhannya dari dalam bangsanya sendiri, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang dimiliki. Salah satu akses untuk melakukan kemandirian itu adalah dengan membuka usaha dan penyediaan lapangan pekerjaan pada bidang yang dicanangkan mandiri sesuai potensi yang ada.
Acara semnas kali ini dimoderatori oleh Kartika Jumadi, dengan 4  pembicara, antara lain : Anindya Novyan Bakrie, Taufan Eko Nugroho Rotorasiko ( DPP KNPI), Ali Rahman (Masyarakat Pertambangan Indonesia), Ali Syahrial (LP3EI). Masing-masing pembicara menyampaikan tentang analisis sekaligus ide-ide tentang kondisi Bangsa Indonesia saat ini. Anindya Bakrie, menyampaikan tentang bagaimana sosok mahasiswa itu harus mempunyai rencana hidup yang visioner, mahasiswa mau kemana setelah sarjana?.Hanya looking for job atau making a job.  Setali tiga uang dengan keynote speaker, Bapak Taufan Eko Nugroho Rotorasiko ( DPP KNPI), menyampaikan tentang bagaimana kearifan local itu perlu dikembangkan untuk kemandirian bangsa. “Factor utama kedaulatan SDA adalah adanya peraturan atau kebijakan yang mengutamakana kepentingan nasional/pro rakyat. Seperti yang tertuang dalam pasal 33 UUD 1945 yang mana tujuan akhirnya yaitu untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dengan demikian, maka berbagai kebijakan dan tuntutan regulasi yang dibuat harus sejalan dan sinkron dengan amanat UU tersebut. Sehingga seberapa pun besarnya kapitalisme asing, paham neoliberalisme ataupun derasnnya modal asing masuk ke Indonesia, maka diharapkan negara kita bisa kuat dan siap menghadapinya”, ungkap Bapak Ali Rahman selaku perwakilan Masyarakat Pertambangan Indonesia.  Sedangkan Bapak Ali selaku Perwakilan dari LP3I, mengungkapkan bagaimana peran penting kemandirian individu dalam mendukung adanya kemandirian bangsa, tergantung pada mind set individu itu sendiri. Pemerintah sebagai fasilitator harus berupaya untuk melakukannya guna mendorong kemandirian bangsa. Dan sebagai agent of change, sosok mahasiswa harus punya visi misi yang matang tentang masa depan dirinya, karena mau tak mau, dan tidak bisa dipungkiri, kelak mereka jualah yang akan menggantikan estafet kepemimpinan bangsa ini.

Sejatinya saat kita mampu, jangan sampai hanya menjadi penonton meskipun secara kekuasaan ada di pemerintah. Sudah saatnya, masyarakat kita berani menunjukkan kepercayaan dirinya. Indonesia perlu lebih percaya diri untuk menunjukan jati dirinya kepada dunia luar, bahwa kita- bangsa Indonesia -mampu berdikari tanpa harus terus bergantung selamanya pada Negara lain. Kemandirian bangsa, itu yakin pasti ada. Semoga! (Uswah/Kominfo13)

0 komentar:

Posting Komentar